Senin, 10 Juni 2013

Model Pembelajaran IPS



Hakikat dan Peranan Model Pembelajaran IPS
Model Pembelajaran IPS ialah sebagai desain pembelajaran inkuiri (inquiry approach). Yaitu sebagai sebuah metode mengajar yang berorientasi pada latihan meneliti dan mempertanyakan, istilah ini sejajar dengan metode pemecahan masalah, berfikir reflektif dan atau “discovery” (Hagen, 1969)
Welton dan Mallan (1988) membandingkan istilah “inquiry” dengan metode pemecahan masalah (problem solving) dan bahkan dengan hapalan/memori sebagai suatu perilaku dan proses. Dalam konteks ini, masalah atau untuk memproses informasi.
Beyer (1971) menyatakan bahwa “inquiry is one way of knowing” –suatu cara untuk mengetahui lebih lanjut, apabila orang terkait dalam proses investigasi, berusaha menjawab pertanyaan, dan berusaha memecahkan masalah secara berkelanjutan, maka orang-orang ini telah melakukan proses inkuiri.
Jhon Dewey (1859-1952) menyatakan pemikiran untuk meningkatkan kualitas pengajaran telah menjadi obsesi. Inkuiri merupakan salah satu pendekatan yang saat ini digunakan oleh para pengembang kurikulum khususnya di sekolah-sekolah Australia dan Amerika Serikat sebagai suatu pendekatan dalam proses belajar-mengajar dipersekolahan.
Menurut para ahli, pendekatan inkuiri merupakan upaya yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah kebosanan siswa dalam belajar di kelas. Pendekatan ini cukup ampuh karena proses belajar lebih terpusat kepada siswa (student-centred instruction) daripada kepada guru (teacher-centred instruction).
Wesley (1950) menyatakan bahwa guru yang baik haruslah memiliki metode yang baik, dan guru yang terbaik ditentukan oleh metode yang dikuasainya. Lebih jauh, Wesley menyatakan bahwa metode yang baik memerlukan sikap guru yang akurat, artistik, berkepribadian dan selalu menyesuaikan dengan tingkat pengalaman siswa.
Banks (1990) mengemukakan pendekatan mengajar dalam IPS dengan menggunakan inkuiri sosial untuk menghasilkan fakta, konsep, generalisasi, dan teori. Namun tujuan utama inkuiri sosial menurutnya adalah untuk membangun teori. Teori dapat digunakan untuk memamhami, menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol perilaku masyarakat. Selain itu, tujuan inkuiri sosial pun diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah-sosial
A.    Memilih Konsep-Konsep Dasar IPS
Nasution (1975), berpendapat bahwa ilmu pengetahuan sosial (IPS) ialah suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan, yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam lingkungan alam fisik maupun lingkungansosialnya yang bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial seperti geografi, ekonomi, antropologi, sosiologi, ilmu politik dan psikologi, sosial.
Selain itu dipilih materi pelajaran yang sesuai baik di tinjau dari sudut kedewasaan anak didik maupun dari sudut lingkungan fisik dan psikis anak didik.
Kosasih Djahiri (1978/1979) dalam memilih konsep yang harus dikemukakan adalah :
  1. Penuhilah kebutuhan anak sebagai manusia muda yang sedang berkembang dan memerlukan bimbingan.
  2. Secara keseluruhan sebagai manusia hendaknya konsep IPS membina pengembangan aspek.
  3. Pengembangan dan pembinaan personal
1.      Penuhilah kebutuhan anak sebagai manusia muda yang sedang berkembang dan memerlukan bimbingan.
¨  Pemiliharaan fisik dan mental yang sehat.
¨  Pengakuan hak dan kewajibannya sebagai manusia, warga masyarakat dan warga negara Indonesia yang Pancasilais.
¨  Bimbingan tentang berbagai jenis dana cara okupasi (pekerjaan) bagi kehidupan yang layak dan baik (agar berdikari).
¨  Bimbingan untuk berfungsi sebagai warga keluarga yang baik serta sebagai calon pemimpin keluarga yang harmonis bahagia.
¨  Bimbingan sebagai konsumen yang cerdik dan ekonomis.
¨  Bimbingan dalam berapresiasi seni dan budaya milik kepribadian Indonesia.
¨  Bimbingan hidup kooperatif dalam kelompok dan masyarakat.
¨  Pengembangan cinta bangsa, tanah air dan kemerdekaan Indonesia.
¨  Bimbingan cara kerja dan penelaah/penelitian yang bersifat ilmiah (kearah selfhelp dalam kehidupan kelak).
¨  Berbuat sebagai anggota masyarakat yang berguna/bermanfaat.
2.      Secara keseluruhan sebagai manusia hendaknya konsep IPS membina pengembangan aspek.
A.    Peningkatan kesadaran dan kemampuan diri pribadi dalam :
¨  Kewaspadaan diri, sensitifitas dan sikap inkuiri.
¨  Keterampilan dalam berinformasi, berfikir kritis, dan menyatakan pendapat.
¨  Hak dan tanggung jawab dirinya serta kehidupan masyarakat.
¨  Sebagai warga maupun sebagai pimpinan.

B.     Peningkatan dirinya sebagai warga negara yang mahir dalam melakukan hubungan sosial, antara lain:
¨  Bagaimana hidup selaras, tepa salira, toleran, bergotong royong, kekeluargaan dan lain-lain.
¨  Bagaimana meningkatkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap nusa bangsa, kekayaan dan potensi alam Indonesia dan lain-lain.
¨  Bagaimana cara dia membuat sesuatu keputusan yang baik dan penuh tanggung jawab.
3.      Pengembangan dan pembinaan personal
¨  Pertambahan penduduk yang tinggi.
¨  Makin menurunnya sumber daya alam.
¨  Menurunnya produksi kebutuhan hidup manusia.
¨  Peningkatan teknologi dan ilmu.
¨  Meningkatnya urbanisasi.
¨  Meningkatnya polusi.

Referensi : Bapak Ibnu Hurri, S.sos. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar