Kamis, 13 Juni 2013

KELUARGA


Keluarga adalah unit atau satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat. Keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga
a)      Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Yang mengiakat suami dan istri adalah perkawinan, yang mempersatukan orang tua dan anak-anak adalah hubungan darah (umumnya) dan kadang-karang adopsi.
b)      Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk suatu rumah tangga (household), kadang-kadang satu rumah tangga itu hanya terdiri dari suami istri tanpa anak-anak, atau dengan satu atau dua anak saja.
c)      Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki-laki dan anak perempuan.
d)     Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.
Dalam bentuknya yang paling dasar sebuah keluarga terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan ditambah dengan anak-anak mereka yang belum menikah, biasanya tinggal dalam satu rumah, dalam antropologi disebut keluarga inti. satu keluarga ini dapat juga terwujud menjadi keluarga luas dengan adanya tambahan dari sejumlah orang lain, baik yang kerabat maupun yang tidak sekerabat, yang secara bersama-sama hidup dalam satu rumah tangga dengan keluarga inti.
Emile Durkheim mengemukakan tentang sosiologi keluarga dalam karyanya : Introduction a la sosiologi de la famile (mayor Polak, 1979: 331). Bersumber dari karya ini muncul istilah : keluarga conjugal : yaitu keluarga dalam perkawinan monogamy, terdiri dari ayah, bibi, dan anak-anaknya. Keluarga conjugal sering juga disebut keluarga batih atau keluarga inti. Koentjaraningrat membedakan 3 macam keluarga luas berdasarkan bentuknya :
Ø  Keluarga luas utrolokal, berdasarkan adapt utrolokal, terdiri dari keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih atau inti anak laki-laki maupun anak perempuan
Ø  Keluarga luas viriolokal, berdasakan adapt viriolokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga inti dari anak-anak lelakI.
Ø  Keluarga luas uxorilokal, berdasarkan adapt uxorilokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih atau inti anak-anak perempuan
Ciri-ciri Keluarga
1.      Ciri-ciri Umum Keluarga Menurut Mac Iver dan Page dalam Khairuddin (1997:6) ciri-ciri umum keluarga adalah sebagai berikut:
a.       Keluarga merupakan hubungan perkawinan.
b.      Berbentuk perkawinan atau susunan kelembagaan yang berkenaan dengan hubungan perkawinan yang sengaja dibentuk dan dipelihara.
c.       Suatu sistem tata nama, termasuk perhitungan garis keturunan.
d.      Ketentuan-ketentuan ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggota kelompok yang mempunyai ketentuan khusus terhadap kebutuhan-kebutuhan ekonomi yang berkaitan dengan kemampuan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan anak.
e.       Merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga yang walau bagaimanapun tidak mungkin terpisah terhadap kelompok keluarga.
2.      Ciri-ciri Khusus Keluarga Menurut Khairuddin (1997:7) ciri-ciri khusus keluarga adalah:
a.       Kebersamaan
b.      Dasar-dasar emosional
c.        Pengaruh perkembangan
d.      Ukuran yang terbatas
e.       Posisi inti dalam struktur social
f.       Tanggung jawab para anggota
g.      Aturan kemasyarakatan
Lembaga Keluarga
Ciri-Ciri Keluarga :
Keluarga umumnya bersifat universal, artinya yang namanya keluarga itu dimana-mana sama, yang mempunyai tugas antara lain :
1.      Mengontrol hubungan kelamin, dan tempat kelahiran bagi anak-anak yang sah.
2.      Kingsley Davis, dalam bukunya “Human Society” (1969) menyebutkan bahwa fungsi keluarga antara lain adalah reproduksi (mengatur keturunan), mengatur sistem penggantian, mendidik balita.
Tipe Keluarga :
1.      Keluarga dapat diklasifikasikan secara luas dalam hubungannya dengan pola hubungan keluarga.
Ø  Keluarga Konjugal (Conjugal Family) atau keluarga kecil (nuclear family) yakni keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan anak-anaknya.
Ø  Keluarga Konsanguini (Consanguine Family) atau sering disebut keluarga besar (exstended family), yakni keluarga yang didasarkan atas hubungan darah (kakek-nenek, paman, keponakan, ).
Umumnya dalam setiap masyarakat berlaku kedua sistem kekeluargaan tersebut.
2.      Keluarga dapat juga digolongkan menurut bentuk perkawinannya.
Ø  Monogami (monogamy) yakni sistem kekeluargaan yang didasarkan pada satu suami satu istri.
Ø  Poligami (poligamy) yakni sistem kekeluargaan dimana seorang suami dapat mempunyai lebih dari satu istri atau sebaliknya. Kalau seorang suami mempunyai lebih dari satu istri disebut polyginy. Kalau seorang istri mempunyai lebih dari satu suami disebut polyandry.
Ø  Senogami (cenogamy) yakni sistem kekeluargaan yang membolehkan suami istri mempunyai lebih dari satu istri atau suami.
3.      Disamping sistem perkawinan, keluarga dapat juga dibedakan menurut tata cara pemilihan calon suamiatau istri.
Ø  Endogami (Endogamy) menentukan bahwa seseorang harus memilih calon suami atau istri dalam kelompoknya sendiri.
Ø  Eksogami (Exogamy) menentukan bahwa seseorang harus memilih calon suami atau istri dari luarkelompoknya sendiri.

4.      Keluarga juga digambarkan menurut sumber otoritasnya.
Ø  Keluarga patriarkal (patriarchal) ditandai dengan kekuasaan dipihak laki-laki.
Ø  Keluarga matriarkal (matriarchal) ditandai dengan kekuasaan dipihak wanita.
Ø  Equalitarian adalah sistem kekeluargaan yang membagi kekuasaan sama antara laki-laki dan wanita.
5.      Turunan juga merupakan basis untuk membedakan sistem kekeluargaan.
Ø  Patrilineal adalah sistem kekeluargaan yang mengaitkan dengan garis turunan laki-laki.
Ø  Matrilineal adalah sistem kekeluargaan yang mengaitkan dengan garis turunan perempuan.
Ø  Bilateral adalah sistem kekeluargaan yang mengikat hubungan baik melalui garis turunan laki-laki atau perempuan.
6.      Tempat tinggal dapat juga dipakai untuk membedakan sistem kekeluargaan.
Ø  Keluarga Patrilocal, menggambarkan keadaan dimana pasangan bertempat tinggal pada keluarga atau desa tempat asal suami.
Ø  Keluarga Matrilocal, menggambarkan keadaan dimana pasangan bertempat tinggal pada keluarga atau desa tempat asal istri.
Ø  Keluarga Neolocal, menggambarkan keadaan dimana pasangan tinggal ditempat yang masih baru (tidak di desa keluarga laki-laki atau perempuan).
Disamping klasifikasi yang disebutkan di atas para ahli sosiologi juga membedakan dua konsep-konsep yang berorientasi pada perkawinan (family of procreation) yakni keluarga yang terbentuk dari suatu perkawinan dan diakhiri bila salah satu diantaranya meninggal; dan keluarga yang berorientasi pada kelahiran dan sosialisasi (family orientation) yakni keluarga tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan dan biasanya ikatannya terus menerus sepanjang masa kehidupannya.
Fungsi Keluarga
Istilah keberfungsian sosial mengacu pada cara-cara yang dipakai oleh individu akan kolektivitas seperti keluarga dalam bertingkah laku agar dapat melaksanakan tugas-tugas kehidupannya serta dapat memenuhi kebutuhannya. Juga dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dianggap penting dan pokok bagi penampilan beberapa peranan sosial tertentu yang harus dilaksanakan oleh setiap individu sebagai konsekuensi dari keanggotaannya dalam masyarakat. Penampilan dianggap efektif diantarannya jika suatu keluarga mampu melaksanakan tugas-tugasnya, menurut (Achlis, 1992) keberfungsian sosial adalah kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas dan peranannya selama berinteraksi dalam situasi social tertentu berupa adanya rintangan dan hambatan dalam mewujudkan nilai dirinya mencapai kebutuhan hidupnya.Keberfungsian sosial keluarga mengandung pengertian pertukaran dan kesinambungan,
serta adaptasi resprokal antara keluarga dengan anggotannya, dengan lingkungannya, dan dengan tetangganya. Kemampuan berfungsi sosial secara positif dan adaptif bagi sebuah keluarga salah satunya jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan dan fungsinya terutama dalam sosialisasi terhadap anggota keluarganya.
Pada dasarnya keluarga yang terbentuk dalam suatu masyarakat mempunyai fungsi yang  jelas. Keluarga terbentuk dari ikatan pertemuan antara seorang laki-laki dan perempuan yang pada akhirnya akan hidup dalam satu atap yaitu rumah tangga keluarga. Fungsi keluarga adalah sebagai berikut:
a.        Fungsi biologis
Keluarga merupakan tempat lahirnya anak-anak, fungsi biologis orang tua adalah melahirkan anak. Fungsi ini merupakan dasar kelangsungan hidup masyarakat.
b.      Fungsi afeksi
Dalam keluarga terjadi hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dan afeksi. Hubungan afeksi ini tumbuh sebagai akibat hubungan cinta kasih yang menjadi dasar perkawinan.
c.       Fungsi sosialisasi
Fungsi sosialisasi ini menujuk peranan keluarga dalam membentuk kepribadian anak. Melalui interaksi ini anak akan mempelajari pola-pola tingkah laku, sikap, keyakinan, cita-cita, dan nilai-nilai di kehidupan masyarakat dalam rangka perkembangan kepribadiannya (Khairuddin 1997:48).
d.      Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi : mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,  pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang
e.       Fungsi Agama
Fungsi keagamaan : memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
Pengertian keluarga juga dapat dilihat dalam arti kata yang sempit, sebagai keluarga inti yang merupakan kelompok sosial terkecil dari masyarakat yang terbentuk berdasarkan pernikahan dan terdiri dari seorang suami (ayah), isteri (ibu) dan anak-anak mereka. Sedangkan keluarga dalam arti kata yang lebih luas misalnya keluarga RT, keluarga komplek, atau keluarga Indonesia. (Munandar, 1985).
Keluarga menjalankan peranannya sebagai suatu sistem sosial yang dapat membentuk karakter serta moral seorang anak. Keluarga tidak hanya sebuah wadah tempat berkumpulnya ayah, ibu, dan anak. Sebuah keluarga sesungguhnya lebih dari itu. Keluarga merupakan tempat ternyaman bagi anak. Berawal dari keluarga segala sesuatu berkembang. Kemampuan untuk bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, berpendapat, hingga perilaku yang menyimpang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar