Senin, 10 Juni 2013

Prangkat Pembelajaran


BAHAN AJAR IPS

Mata Pelajaran            : IPS
Kelas / Semester          : VI / 2
Standar Kompetensi   :Menunjukkan sikap terhadap Globalisasi di lingkungannya
Kompetensi Dasar       :Memberikan contoh sederhana pengaruh Globalisasi di lingkungannya
Indikator                     :
Ø  Menjelaskan pengertian globalisi
Ø  Mengidentifikasi contoh globalisasi di lingkungan sekitar
Ø  Menyebutkan pengaruh positif dan negative globalisasi di masyarakat
Ø  Memberikan contoh pengaruh negative di masyarakat
Ø  Memberikan contoh pengaruh positif di era globalisasi
Tujuan                           :
Ø  Siswa dapat menjelaskan pengertian globalisasi
Ø  Siswa dapat mengidentifikasi contoh globalisasi di lingkungan siswa
Ø  Siswa dapat Menyebutkan pengaruh positif dan negative globalisasi di masyarakat
Ø  Siswa dapat  Memberikan contoh pengaruh negative di masyarakat.
Ø  Siswa dapat Memberikan contoh pengaruh positif di era globalisasi.

Pernahkah   kamu   mendengar   istilah   globalisasi?   Mungkin   istilah ini masih asing bagi kamu. Memang istilah ini termasuk kosakata baru. Istilah globalisasi digunakan untuk menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita. Adanya globalisasi memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat. Ada yang berpengaruh baik, tetapi ada juga pengaruh buruknya. Apa saja pengaruh globalisasi tersebut? Bagaimana sebaiknya sikap kita menghadapi globalisasi.
1.      Pengertian Globalisasi
Globalisasi belum memiliki arti yang pasti. Untuk mengartikannya tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai proses social, proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan Negara di dunia makin terikat satu sama lain.
a.       Globalisasi Adalah bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Dalam artian bahwa proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri.
b.      Globalisasi Adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh dan menjadi kelompok masyarakat. Dalam hal ini bahwa globalisasi merupakan perubahan yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan dari jaman prasejarah sampai sekarang.
Jadi globalisasi adalah perubahan dari beberapa aspek kehidupan yang meliputi proses sosial, proses sejarah, atau proses alamiah yang dapat menyatukan warga dunia dalam satu bentuk keseragaman.
Berkembangnya globalisasi sampai saat ini sangat didukung oleh kemajuandan perkembangan teknologi dan informasi. Internet, televisi, telepon, dan sarana transportasi mempermudah globalisasi.
Tanda – tanda globalisasi diantaranya yaitu :
1.      Batas Antarnegara Semakin Menipis
Setiap  negara memiliki wilayah dan batas negara tertentu. Oleh karena pengaruh globalisasi, batas wilayah antar negara menjadi hal yang tidak penting lagi. Setiap orang pada zaman sekarang bisa mendapatkan informasi di luar batas negaranya. Perkembangan teknologi dan komunikasi menjadi penyebab hilangnya batas-batas negara tersebut. Sekarang orang dengan mudah dapat menghubungi kerabat atau temannya yang berada di negara lain dengan menggunakan telepon. Bahkan dengan mudah melihat kondisi suatu negara melalui media televisi. Tidak perlu jauhjauh, kamu bahkan tinggal duduk manis di depan televisi. Banyak informasi yang kamu dapatkan, bahkan yang berada jauh dari negara tempat tinggalmu. Ditambah lagi adanya internet yang menyebabkan beragam informasi dapat diterima oleh siapa pun dengan mudah. Perkembangan yang terjadi di sebuah negara dengan cepat akan diikuti oleh negara lain.
2.      Informasi Mudah Menyebar
Proses mendunia memungkinkan penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan cepat. Berbagai peristiwa sekecil apa pun sekarang dapat diterima di semua tempat dan oleh semua orang. Penindasan, peperangan, perkembangan ekonomi, penemuan teknologi baru, bahkan pertunjukan musik pun dapat langsung disaksikan di seluruh dunia. Berbagai kemudahan tersebut ternyata tidak hanya dalam hal informasi. Kebebasan untuk mengungkapkan pikiran dan pendapat semakin mudah. Globalisasi memudahkan setiap negara dan setiap orang menunjukkan diri pada seluruh dunia. Prestasi yang dimiliki seseorang dapat dengan mudah disebarluaskan di seluruh penjuru dunia. Media yang digunakan antara lain internet dan televisi.
  1. Kegiatan Perdagangan Semakin Luas
Kegiatan perdagangan terus berkembang akibat pengaruh globalisasi di bidang ekonomi. Kegiatan ekonomi dan perdagangan di dunia menjadi semakin terbuka melintasi batas-batas wilayah sebuah negara. Perhatikan barang-barang yang kamu pakai sekarang ini! Pensil yang
kamu pegang mungkin diproduksi oleh negara Cina. Televisi dan radio di rumahmu mungkin diproduksi oleh Negara Jepang atau Korea. Bahkan, sekarang kamu dengan mudah dapat menjumpai restoran cepat saji milik perusahaan asing seperi Mc Donalds, Dunkin Donuts, dan Pizza Hut. Kita semakin mudah menjumpai barang-barang yang diproduksi negara lain di pasar dalam negeri. Tidak hanya itu, kegiatan ekonomi sekarang ini juga menyangkut masalah perpindahan tenaga kerja. Pada era global tenaga kerja dapat memilih bekerja di negara mana pun sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.
2.      Perubahan Perilaku Masyarakat Akibat Globalisasi
Globalisasi telah membawa pengaruh yang luas terutama perubahan perilaku masyarakat dalam berbagai hal. Misalnya, gaya hidup, perjalanan, komunikasi, makanan, pakaian, nilai-nilai, dan tradisi.
a.      Pakaian.
Arus globalisasi juga berdampak pada jenis dan model pakaian. Dengan arus globalisasi, pakaian dengan mode yang sama dipakai oleh orang di berbagai belahan dunia. Contohnya adalah celana jeans. Celana jeans sudah mengglobal. Dalam kehidupan sehari-hari, di mana saja baik itu laki-laki atau pun perempuan sudah terbiasa memakai celana jeans. Padahal dulunya, jenis celana ini hanya digunakan oleh orang-orang tertentu dan di tempat-tempat tertentu. Begitu juga dengan baju kaos, yang lazim disebut T-Shirt. Jenis pakaian ini sudah menjadi pakaian yang biasa dan dapat ditemukan di mana saja. Apakah perubahan orang memakai pakaian akibat globalisasi telah berdampak positif atau negatif? Jenis pakaian di luar contoh di atas masih banyak. Misalnya, orang meniru pakaian yang sedang ”ngetren” saat itu. Kalau di TV yang sedang ”ngetren” pakaian mini maka banyak masyarakat berpakaian mini. Atau pakaian yang sedang ramai di kalangan remaja yaitu pakaian yang seharusnya anggota badan itu tertutup. Jenis pakaian ini tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat kita, jelas ini akan berdampak negatif. Akan tetapi dari jenis pakaian, arus globalisasi juga berdampak positif. Kini, kita dapat dengan mudah mendapatkan berbagai jenis, baik itu model, bahan atau kualitas dan sebagainya.
b.      Makanan.
Masyarakat Indonesia yang ada di kota-kota besar banyak yang mengkonsumsi makanan yang sebenarnya berasal dari negara lain seperti ayam goreng (Mc Donald), pizza, spaghetti, dan hamburger. Mereka lebih bangga atau menyukai makanan tersebut daripada makanan khas Indonesia seperti nasi gudeg, nasi gandul, nasi pecel dan lain-lain.

c.       Nilai-nilai.
Sebelum terjadi berbagai kemajuan pesat akibat pengaruh globalisasi, masyarakat kita sangat menghargai dan menerapkan nilainilai dan norma-norma yang berlaku sebagai masyarakat Timur. Nilai dan norma yang ditanamkan oleh nenek moyang kita adalah nilai-nilai dan norma-norma yang luhur, seperti sopan santun, tata krama, kerukunan dan sebagainya. Oleh karena itu, kehidupan masyarakat berlangsung secara teratur, alamiah, dan damai. Setelah terjadi arus globalisasi, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku mulai bergeser. Akibat pengaruh teknologi dan budaya asing, nilai-nilai dalam kehidupan kemasyarakatan seperti nilai kerukunan, gotong royong sekarang ini sudah mulai luntur. Apalagi di kota-kota besar nilai-nilai semacam ini sudah jarang ditemui. Mereka hidup dengan sendiri-sendiri. Namun di pedesaan nilai-nilai seperti itu masih nampak. Dampak negatifnya, masyarakat cenderung lebih bersifat individual.
d.      Tradisi.
Tradisi yang berlangsung di masyarakat lama kelamaan luntur. Masyarakat sudah tidak begitu mengikuti tradisi yang ada. Misalnya tradisi ”tedak siti” bagi bayi yang mulai berlatih berjalan, yaitu mulai menempelkan kakinya di tanah. Tradisi ini berlangsung pada suku Jawa! Sebaliknya, masyarakat khususnya generasi muda cenderung menyukai adat dan tradisi asing. Misalnya, lagu pop dari Eropa atau Amerika, lebih disukai daripada lagu daerah atau lagu nasional. Demikian juga pakaian, generasi muda lebih suka memakai pakaian ala barat daripada pakaian tradisional. Upacara adat pernikahan banyak dipengaruhi budaya asing. Mereka banyak yang menyukai pakaian pengantin bergaya Eropa.
e.       Gaya Hidup.
Arus globalisasi juga berdampak pada gaya hidup, baik itu dampak negatif maupun positif. Arus globalisasi berdampak negatif pada masyarakat, misalnya gaya masyarakat sehari-hari cenderung bergaya hidup mewah. Dengan melihat tayangan-tayangan sinetron, telenovela yang ada di TV membuat orang tidak menyesuaikan dengan pendapatan rumah tangganya. Namun juga berdampak positif, misalnya orang sekarang sangat menghargai waktu. Kamu tentu sering mendengar ungkapan yang berbunyi time is money. Ungkapan itu secara mudah berarti waktu adalah uang. Menghargai waktu sangat penting. Begitu pentingnya waktu, mereka menyamakan waktu dengan uang. Jadi waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Oleh karena itu, banyak di kalangan kita yang menghargai waktu. Nah termasuk kamu, apakah kamu juga memanfaatkan waktu itu dengan baik. Misalnya waktu sekolah, waktu bermain, waktu belajar, dan sebagainya.
f.       Transportasi.
Bagi masyarakat sekarang, menempuh jarak yang jauh tidaklah menjadi kendala. Berbagai sarana angkutan sudah tersedia dari yang sederhana sampai yang canggih. Di era globalisasi ini, pergerakan orang dan barang makin cepat dan mudah. Teknologi transportasi yang berkembang dengan pesat memberikan pelayanan prima. Inilah dampak positif dari arus globalisasi di bidang transportasi. Transportasi darat, seperti bus, kereta api, dan sebagainya. Sedangkan transportasi udara, yakni pesawat terbang memungkinkan perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang singkat. Dampak negatifnya, tingginya kemajuan di bidang transportasi mengakibatkan padatnya arus lalu lintas. Dengan banyak perjalanan yang dilakukan oleh berbagai alat transportasi, mengakibatkan pencemaran udara yang diakibatkan oleh udara kotor dari knalpot.

g.      Komunikasi.
Di era global ini, komunikasi merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Komunikasi tidak mengenal waktu dan tempat. Kita bisa berkomunikasi dengan orang lain kapan saja dan di mana saja. Komunikasi ini cenderung mengurangi pertemuan orang per orang, kelompok keluarga dengan kelompok keluarga lain. Mereka mengandalkan pertemuan dengan melalui telepon atau HP. Pesawat telepon seluler/HP ini dapat dibawa ke mana saja. Karena kecilnya, sehingga orang dapat berkomunikasi kapan saja meskipun sedang bepergian. Pemakaian HP dalam era globalisasi juga berdampak positif dan negatif. Dampaknya positif dengan cepat di mana saja dan kapan saja, kita bisa berkomunikasi dengan keluarga, teman, kenalan, hubungan bisnis dan siapa saja dengan cepat. Dampak negatifnya, misalnya menjadi pemborosan, jika hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Di samping itu, HP juga berdampak mengurangi silaturahmi (kunjungan antarkeluarga), sebab cukup dengan kirim SMS atau telepon saja.

3.     Dampak Positif Globalisasi
Globalisasi yang kini melanda dunia ternyata memberi pengaruh positif pada kehidupan masyarakat. Pengaruh positif tersebut sebagai berikut:
  1.  Masyarakat Semakin Maju
Globalisasi menyebabkan masyarakat dengan mudah menerima berbagai teknologi baru dari negara lain. Perkembangan teknologi semakin meluas hingga ke seluruh dunia. Mobil, motor, dan barang-barang elektronik semakin mudah didapatkan. Perkembangan teknologi di satu tempat dengan mudah segera ditiru di tempat lain. Penemuan dan perkembangan teknologi menyebabkan kemajuan pada kehidupan masyarakatnya.
  1. Semangat Kerja Meningkat
Salah satu akibat dari globalisasi adalah persaingan yang semakin cepat. Kita harus berjuang untuk sejajar dengan negara maju. Kita harus berjuang agar masyarakat tetap bertahan pada era global. Persaingan tersebut harus kamu hadapi dengan semangat untuk belajar. Ingatlah! Sainganmu kelak berasal dari negara-negara lain. Kita tidak mungkin berpangku tangan hanya pasrah pada nasib. Saatnya kini mengembangkan diri untuk meraih prestasi. Jika tidak negara kita akan semakin tertinggal.
  1. Ruang Sosial Semakin Terbuka
Berkat kemajuan teknologi manusia dapat berkomunikasi dengan mudah. Dengan fasilitas-fasilitas yang ada kamu dapat membuka luas pergaulanmu di seluruh penjuru dunia. Dengan e-mail, chatting, telepon, dan video call kamu dapat “menjumpai” teman-temanmu, bahkan yang berada di luar negeri sekalipun. Kamu tidak perlu pergi jauh-jauh, cukup gunakan fasilitas-fasilitas tersebut, komunikasi pun lancar.
  1. Pertukaran Budaya
Globalisasi menyebabkan budaya asing masuk dalam budaya suatu Negara dengan mudah. Lihatlah di sekitarmu! Budaya masyarakat cepat sekali berkembang. Dahulu mungkin kita tidak pernah mengenal musik rock. Akan tetapi, sekarang konsernya dapat kamu nikmati di televisi. Merek-merek pakaian lengkap dengan aksesori dari luar negeri banyak kamu jumpai dijual di mal atau dipakai orang.

  1. Pasar Semakin Luas
Globalisasi ekonomi menyebabkan hasil produksi dalam negeri dapat dijual di luar negeri. Setiap negara dapat memperoleh pasar yang jauh lebih luas. Akan tetapi, ada syaratnya, yaitu produk tersebut harus mempunyai daya saing tinggi. Itulah tugas berat bagi perusahaan-perusahaan Indonesia. Perusahaan harus dapat membuat produk berkualitas agar dapat diterima di pasar luar negeri.

4.      Dampak Negatif Globalisasi
Globalisasi memang sudah dan akan terus terjadi. Akan tetapi, tidak semua orang setuju dengan globalisasi. Mereka yang tidak setuju umumnya menganggap globalisasi sebagai bentuk ketidakadilan. Apa dampak negatif globalisasi? Berikut adalah uraiannya:
  1. Membanjirnya Produk Luar Negeri
Dalam globalisasi kamu akan dihadapkan pada berbagai produk luar negeri. Mulai dari berbagai barang elektronik, mobil, dan motor adalah produk milik perusahaan di luar negeri. Ditambah lagi dengan berbagai produk yang biasa digunakan sehari-hari seperti jarum, pulpen, pensil, mainan anak-anak, pakaian, dan sepatu. Barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, pasta gigi, dan detergen juga diproduksi oleh perusahaan asing. Cobalah mulai memerhatikan merekmerek produk yang kamu pakai. Apakah buatan luar negeri atau dalam negeri? Jumlah penduduk Indonesia yang banyak sangat potensial untuk menjadi sasaran pasar berbagai produk luar negeri. Ditambah lagi pada era global hambatan perdagangan antarnegara menjadi semakin terbatas. Harga barangbarang menjadi lebih murah. Hal tersebut menyebabkan produk dalam negeri semakin tersisih. Kegiatan produksi dalam negeri menjadi terabaikan.
  1. Ketergantungan terhadap Negara Maju
Negara berkembang termasuk Indonesia biasanya belum siap menghadapi globalisasi. Sarana dan prasarana ekonomi di negara berkembang masih kurang. Oleh karena itu, negara berkembang akan berlomba-lomba mencari pinjaman modal kepada negara maju. Akibatnya, negara maju yang member pinjaman dapat mengelola sumber daya di negara berkembang dengan bebas. Umumnya negara berkembang masih menjadi korban dengan adanya globalisasi. Oleh karena itu, setiap negara mulai mengembangkan diri untuk meningkatkan daya saingnya.


  1. Lapangan Kerja Semakin Sempit
Globalisasi menyebabkan banyak tenaga kerja asing dengan mudah masuk ke dalam negeri. Mereka datang sebagai tenaga ahli yang menguasai berbagai bidang kehidupan. Hal tersebut jelas mengurangi kesempatan kerja bagi tenaga kerja dalam negeri. Persaingan kerja semakin meningkat. Tenaga kerja Indonesia tidak hanya bersaing dengan tenaga kerja dalam negeri. Mereka harus memperhitungkan masuknya tenaga kerja asing. Apalagi sekarang ini tenaga asing masuk di semua bidang sebagai ahli profesional. Hal ini menjadi tantangan bagimu untuk terus berprestasi agar mampu bersaing.
  1. Kerusakan Lingkungan Hidup
Mungkin kamu sering mendengar isu-isu mengenai kerusakan lingkungan yang melanda dunia saat ini. Isu kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini dibahas tentang pemanasan global. Kerusakan lingkungan tersebut sebenarnya menjadi ancaman bagi seluruh penduduk dunia. Tuntutan kemajuan mengharuskan negara-negara melakukan berbagai cara. Salah satunya
  1. Nilai-Nilai Sosial Semakin Hilang
Masuknya budaya Barat dan semakin sibuknya setiap orang mengejar kemakmuran menyebabkan nilai-nilai sosial semakin memudar. Masyarakat semakin mementingkan diri sendiri. Nilai kebersamaan dalam gotong royong dan musyawarah sudah mulai hilang. Orang
sibuk bekerja setiap hari sehingga kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Masyarakat yang hidup dalam semangat kegotongroyongan bergeser menjadi masyarakat individualistik yang hanya mementingkan kebutuhan pribadi. Norma, budaya, dan tradisi masyarakat juga berubah. Globalisasi telah menyebabkan hubungan antarbangsa semakin terbuka. Hubungan sosial antarbangsa difasilitasi oleh berbagai media informasi yang canggih. Globalisasi memang memberi pengaruh positif dan negatif dalam kehidupan manusia. Globalisasi memang tidak harus ditakuti. Bagaimanapun globalisasi telah terjadi dan akan terus terjadi. Tidak ada seorang pun yang dapat mencegahnya. Globalisasi dapat mengakibatkan perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat. Kamu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi segala persaingan yang terjadi. Bawa bangsa ini untuk menjadi sejajar dengan bangsa maju lainnya di dunia.
Globalisasi   berkembang   sangat   cepat   dan   sudah   melanda   ke seluruh dunia. Globalisasi sangat memengaruhi tingkah laku kehidupan masyarakat. Kita   tidak   bisa   menolak   pengaruh   globalisasi   dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Apabila bangsa Indonesia menolak, maka   bangsa   Indonesia   akan   semakin   tertinggal   dalam   pergaulan antarbangsa di dunia dan menjadi bangsa yang terbelakang. Namun, kita juga tidak boleh menerima segala hal yang berasal dari luar sebagai sesuatu yang baik bagi bangsa Indonesia. Kita harus bisa lebih selektif dan kritis terhadap pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Pengaruh yang masuk akibat globalisasi ada yang berpengaruh positif, tetapi ada pula yang berpengaruh negatif.
Pengaruh   globalisasi   yang   positif   berarti   telah   disaring   oleh Pancasila, sehingga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengaruh yang positif juga dapat membawa kemajuan suatu bangsa. Terhadap budaya asing yang positif kita harus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, sikap etos kerja yang tinggi, menghargai waktu, dan menepati janji.

referensi : 
Hisnu P Tantya, Winardi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas 4. Jakarta: PT     Aneka Ilmu.
 Sadad Sdirman Irawan, Amalia Shendy. 2008. Ilmu pegetahuan sosial 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Minggu, 09 Juni 2013

Masyarakat



Pendahuluan
Apa saja yang dipelajari dari masyarakat?
  1. Individu: Hubungan-hubungan yang terdapat didalamnya, seperti interaksi sosial, jaringan sosial, norma-norma dan lain sebagainya.
  2. Masyarakat: Bagaimana suatu masyarakat itu dapat dikatakan sebagai suatu kesatuan sosial budaya
Apa itu masyarakat?
Masyarakat adalah “Sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan”, Selo Soemardjan. Masyarakat menurut Smith, Stanley & Shores adalah sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berpikir tentang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda. Pengertian ini mengandung 2 hal, yaitu “masyarakat itu kelompok yang terorganisasi” dan “masyarakat itu kelompok yang berpikir tentang dirinya sendiri”. Znaniecki (1950:145), masyarakat adalah suatu sistem yang meliputi unit biofisik para individu yang bertempat tinggal pada suatu daerah geografis tertetu, selama periode tertentu dari suatu generasi.
Znaniecki memunculkan unsur baru dari dalam pengertian masyarakat, yaitu “masyarakat itu kelompok yang telah bertempat tinggal pada suatu daerah tertentu dalam lingkungan geografis tertentu dan kelompok itu merupakan suatu sistem biofisik”. Talcott Parson, masyarakat adalah “suatu sistem sosial, dimana semua funsi prasyarat yang bersumber dan dalam dirinya sendiri bertemu secara tetap”. Sistem sosial yang dimaksud adalah terdiri dari pluralitas prilaku-prilaku perseorangan yang berinteraksi satu sama lain dalam suatu lingkungan fisik.
Koentjaraningrat (1990 : 146), masyarakat adalah “kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus-menerus dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama”.
Ciri masyarakat menurut Anderson & Parker :
—   Manusia yang hidup bersama.
—   Tinggal dalam suatu daerah tertentu.
—   Dalam jangka waktu yang lama.
—   Memiliki tujuan bersama.
—   Terikat dikarenakan suatu kepentingan bersama.
—   Sadar akan interdependensi.
W.F. Connell (1972 : 68-69), menyimpulkan bahwa masyarakat adalah :
1. Suatu kelompok orang yang berpikir diri mereka sendiri sebagai kelompok yang berbeda, diorganisasi, sebagai kelompok yang diorganisasi secara tetap untuk waktu yang lama dalam rentang kehidupan seseorang secara terbuka dan bekerja pada daerah geografis tertentu;
2. Kelompok orang mencari penghidupan secara berkelompok, sampai turun temurun dan mensosialisasikan anggota-anggotanya melalui pendidikan;
3.      Suatu kelompok orang yang mempunyai sistem kekerabatan yang terorganisasi yang memikat anggota-anggotanya secara bersama dalam keseluruhan.
Ralph Linton dalam bukunya yang berjudul Study of Man mendefinisikan masyarakat adalah “Setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berpikir tentang dirinya sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu”.
Paul B. Horton, masyarakat adalah “Sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu”.
Ciri-ciri pokok dari masyarakat :
  1. Manusia  yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas 2 orang.
  2. Bercampur atau bergaul bergaul dalam waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia.
  3. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
  4. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
  5. Melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.
Unsur-unsur terbentuknya suatu masyarakat
  1. Terdapat sekumpulan orang.
  2. Berdiam atau bermukim disuatu wilayah dalam waktu yang relatif sama atau waktu yang lebih lama.
  3. Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.
  4. Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama.
  5. Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada.
  6. Akibat hidup bersama dalam jangka waktu yang lama menghasilkan kebudayaan berupa sistem nilai,sistem ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
—  Suatu masyarakat dapat dikatakan sebagai comunnity apabila memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Adanya beberapa rumah atau rumah tangga yang terkonsentrasi disuatu wilayah geografis tertentu.
  2. Warganya mempunyai taraf interaksi sosial yang terintegrasikan.
  3. Adanya rasa kebersamaan, yang tidak perlu didasarkan pada adanya hubungan kekerabatan.
Unsur-unsur dalam sistem sosial sebagai berikut :
  1. Kepercayaan dan pengetahuan. Unsur kepercayaan dan pengetahuan merupakan unsur yang paling penting dalam sosial, karena perilaku anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui tentang kebenarannya, sistem religi, dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta.
  2. Perasaan. Perasaan adalah keadaan jiwa manusia yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya termasuk didalamnya sesama manusia. Perasaan terbentuk melalui hubungan yang menghasilkan situasi kejiwaan tertentu yang bila sampai tingkat tertentu harus dikuasai tidak terjadi ketegangan jiwa yang berlebihan.
  3. Tujuan. Sebagai mahluk sosial, dalam setiap tindakannya manusia mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Tujuan itu sendiri adalah suatu hasil akhir atas suatu tindakan & perilaku seseorang yang harus dicapai baik melalui perubahan-perubahan maupun dengan cara mempertahankan suatu keadaan yang sudah mantap.
  1. Kedudukan (status) & Peran (role). Kedudukan adalah posisi seseorang secata umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulan, prestasi, hak-hak, serta kewajibannya. Sedangkan peran (role) adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya. Kedudukan menentukan apa yang harus diperbuatnya bagi masyarakat dan tidak harus memiliki hierarki.
  2. Kaidah atau norma. Norma adalah pedoman-pedoman tentang perilaku  yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat.
  3. Tingkat/pangkat. Pangkat berkaitan dengan posisi atau kedudukan dan peanan seseorang dalam masyarakat.
  4. Kekuasaan. Kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihak-pihak lainnya.
  1. Sanksi. Sanksi adalah suatu bentuk imbalan/balasan yang diberikan terhadap seseorang atas perilakunya. Sanksi dapat berubah hadiah & daoat pula berupa hukuman. Sanksi dberikan atau ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku para masyarakat supaya sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
  2. Fasilitas (sarana). Fasilitas adalah semua bentuk cara, jalan metode, benda-benda yang digunakan manusia untuk menciptakan tujuan sistem sosial itu sendiri.
Dinamika masyarakat adalah “Proses sosial dan perubahan sosial”.
Masyarakat secara garis besar menyangkut 3 aspek, yaitu :
  1. Struktur Sosial. Keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kaidah-kaidah sosial (norma sosial), lembaga sosial, kelompok sosial dan lapisan sosial (pranata sosial).
  2. Proses Sosial. Pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama.
  3. Perubahan Sosial. Perubahan dalam struktur sosial dan jalinan hubungan dalam masyarakat.
Masyarakat terbentuk karena adanya individu-individu, demikian pula dengan individu dapat mengaktualisasikan & bersosialisasi sebagai mahluk sosial.
3 pandangan mengenai masyarakat & individu :
  1. Masyarakat menentukan individu.
  2. Individu yang menentukan masyarakat.
  3. Individu & masyarakat saling menentukan.
Hubungan individu & masyarakat dilihat dari konsep organisme menurut Herbert Spencer (1985 : 70).
  1. Masyarakat maupun organisme hidup sama-sama mengalami pertumbuhan.
  2. Pertambahan dalam ukuran ini akan merubah struktur tubuh (social body) maupun tubuh organisme hidup (living body) yang mengalami pertumbuhan juga.
  3. Tiap bagian yang tumbuh dalam tubuh organisme biologis maupun organisme sosial memiliki fungsi & tujuan tertentu.
  1. Baik dalam sistem organisme maupun sistem sosial, perubahan pada suatu bagian akan mengakibatkan perubahan pada bagian lain & pada akhirnya di dalam sistem secara keseluruhan.
  2. Bagian-bagian tersebut walau saling berkaitan, merupakan suatu struktur mikro yang dapat dipelajari secara terpisah.
Sedangkan menurut paham individualistis, hubungan individu & masyarakat menyatakan bahwa dalam kehidupan seorang individu, kepentingan & kebutuhan individu lebih penting dari pada kebutuhan & kepentingan masyarakat. Individu yang menentukan corak masyarakat yang diinginkan. Paham individualistis juga disebut atomisme. Atomisme berpendapat bahwa hubungan antara individu itu seperti hubungan atom-atom yang membentuk molekul. 
J.J. Rousseau (1712-1778), dalam bukunya yang berjudul “Kontrak Sosial” menjelaskan paham liberalisme & individualisme dalam suatu kalimat yang terkenal :
“Manusia itu dilahirkan merdeka, tetapi dimana-mana dibelenggu”.
Paham yang memandang hubungan antara individu & masyarakat dari segi interaksi disebut juga dengan “totalisme”. Paham totalisme berpijak pada masyarakat, sebaliknya paham individualisme mengedepankan kepentingan individu. Totalisme mengabaikan peanan individu dalam masyarakat, sebaliknya paham individualisme mengabaikan peranan masyarakat dalam kehidupan individu. Hubungan individu dalam masyarakat, yaitu bahwa hidup bermasyarakat adalah ciptaan & usaha manusia sendiri. Manusia berkeluarga, lalu berkelompok.

Sabtu, 08 Juni 2013

Etnisitas dalam Pembangunan

Makalah Etnisitas dalam Pembangunan " Nation and Character Building "Indonesia
Disusun Oleh :
RAHMADHANI ANNISA N           06316 1111 061                 
ALFISKA OKTAYATI                    06316 1111 046            
PUTI EKOWATI UTAMI                06316 1111 047            
HANI RAHAYU                                06316 1111 073
APRILIANI                                       06316 1111 074
DESI ISMAYANTI                           06316 1111 053

Silahkan Download

Kamis, 06 Juni 2013

KONSEP WAKTU, PERUBAHAN DAN KEBUDAYAAN



A.    Konsep waktu dan sejarah Lokal
Ω    Kata sejarah berasal dari bahas Arab “Syajara” artinya pohon yang memiliki cabang, dahan, daun dan ranting. Begitu pula dengan pertumbuhan manusia.Disamping sjarah dikenal juga kata silsilah.
Ω    Sejarah adalah semua pertistiwa masa lampau (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah dapat membantu para siswa memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. (tujuan-tujuan baru pendidikan sejarah).
Ω    Tugas pokok ilmu sejarah berkaitan dengan waktu adalah ilmu sejarah bertugas membuka ke masa lampau/waktu yang lalu umat manusia, memaparkan hidup manusia dalam berbagai aspek kehidupannya dan mengikuti perkembangannya dari masa yang paling tua hingga dewasa ini.
Ω    Konsep waktu penting bagi sejarah karena tanpa di ketahui dimensi waktu lampau, kini dan masa depan maka sejarah akan mengalami kekacauan karena tidak berpangkal dan berujung.
Ω    Pembicaraan waktu dalam sejarah terdiri dari ; (1) perkembangan; (2) kesinambungan; (3) pengulangan; dan (3) perubahan.
Ω    Peristiwa sejarah lokal dijadikan peristiwa-peristiwa sejarah nasional: (1) Bandung Lautan Api; (2) Kerajaan Mataram; (3) peristiwa 10 November 1945 di Surabaya; dll.
Ω    Pengajaran sejarah dapat menekan pada sejarah lokal terutama pada siswa di SD atau SMP. Cotohnya; guru di Jawa Barat akan lebih menekankan pengajaran sejarah terhadap perkembangan kerajaan Tarumanegara, Banten, Cirebon, dan Pajaran. Begitu pula bagi guru pada provinsi lain.



B.     PEMBELAJARAN KONSEP PERUBAHAN
a.       Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dari cara-cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
b.      Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Budaya
            1. Faktor-faktor dari dalam :
                        a. Bertambah atau berkurangnya penduduk
                        b. Penemuan-penemuan baru
                        c. Pertentangan dalam masyarakat
                        d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi dari dalam
            2. Faktor-faktor dari luar :
                        a. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik
                        b. Peperangan
                        c. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
. Faktor-Faktor yang menyebabkan Terjadinya Perubahan SosialBudaya :
            1. Faktor yang mendorong jalannya perubahan
a)      Kontak dengan budaya lain
b)       Sistem pendidikan yang maju
c)      Sikap mengharagai hasil kerja orang lain dan memiliki keinginan untuk maju
d)     Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) yang bukan merupakan tindak pidana (delik)
e)      Sistem lapisan masyarakat yang terbuka.
f)       Penduduk yang heterogen
g)       Ketidak-puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu dan ada hambatan untuk memperbaiki.
h)      Terjadinya disorganisasi dalam masyarakat.
i)        Sikap mudah menerima hal-hal baru.
j)        Orientasi ke masa depan.
k)      Pandangan/nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.
2. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubaha
a)      Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
b)      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terlambat.
c)      Sikap masyarakat yang tradisional yaitu sikap yang mengagung-agungkan tradisi nenek moyang dan enggan menerima inovasi atau pemabaruan.
d)     Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan         kuat sekali, mialnya masyarakat feudal.
e)      Rasa takut akan terjadinya kegoyahan dalam integrasi          kebudayaan.
f)       Prasangka terhadap hal-hal yang baru dan asing.
g)      Hambatan-hambatan yang bersifat idologis.
h)      Adat atau kebiasaan yang menolak inovasi atau pembaruan.
i)        Pandangan/nilai bahwa hidup ini pada hakekatnya buruk dan tidak             mungkin diperbaiki.

C.    Pembelajaran Konsep Kebudayaan
Istilah dan definisi kebudayaan :
      Keseluruhan sistem, gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar (Koentjaraningrat)
B. Unsur-unsur dan wujud kebudayaan :
·         Bahasa (lisan dan tulisan)
·         Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia atau teknologi.
·         Sistem mata pencaharian (ekonomi)
·         Sistem kemasyarakatan atau orsos atau sistem sosial
·         Sistem pengetahuan
·         Sistem religi
·         Sistem kesenian
D.    Perkembangan atau dinamika kebudayaan :
·         Saling silang antara kebudayaan masyarakat satu dengan      masyarakat lain akan menimbulkan perubahan kebudayaan           (difusi).
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan bisa datang dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal).
·         Faktor internal terdiri dari discovery, invention (penemuan),             inovasi dan faktor       eksternal adalah difusi, akulturasi, dan asimilasi.
·         Difusi dapat terjadi kalau; (1) adanya hubungan yang intensif dua   kelompok budaya yang berbeda; (2) tersedianya sarana komunikasi; (3) adanya rangsangan kedua belah pihak akan kebutuhan unsur baru; (4) adanya kesediaan mental kedua belah         pihak untuk menerima unsur baru; dan (5) adanya kesiapan keterampilan untuk menerima unsur baru.
·         Bentuk difusi terdiri dari tiga bentuk, yaitu; (1) difusi ekspansi; (2)             difusi relokasi; dan (3) difusi cascade atau bertingkat.